Minggu, 24 Juli 2011

TANAMAN TUMPANG SARI KEDELAI DAN JAGUNG

Tanaman tumpang sari kedelai dan jagung usia 1 bulan

Tumpang sari adalah cara bercocok tanam pada satu petak lahan dengan dua atau tiga tanaman sekaligus.
Cara bercocok tanam semacam ini memberikan beberapa keuntungan antara lain lahan yang ada bisa dimanfaat dengan sebaik baiknya. Manfaat lainnya adalah dalam satu musim kadang hama menyerang pada salah satu tanaman, namun tidak menyerang jenis tanaman lainnya sehingga jika satu jenis tanaman terserang penyakit maka jenis tanaman lainnya masih bisa selamat.
Jagung bisa tumbuh dengan baik jika ditanam disela sela tanaman kedelai, biasanya untuk periode musim tanam yang ke tiga yaitu padi - padi - kedelai. Pola semacam ini sudah mulai banyak diterapkan para petani pada lahan sawah semi irigasi, dimana pada musim penghujan mereka menanam padi sebanyak 2 kali sedangkan pada musim kemarau ganti menanam kedelai dengan memanfaat air tanah yang dipompa dengan menggunakan mesin diesel.
Sebagai persiapan awal lahan bekas tanaman padi dibuat selokan menggunakan traktor dengan jarak kurang lebih satu setengah meter. Kemudian benih kedelai dimasukkan pada lubang lubang yang telah di buat menggunakan tugal (gejik). Pada keesokan harinya barulah benih jagung ditanam dengan cara yang sama menggunakan tugal. Usahakan benih jagung yang sudah dimasukkan dalam lubang ditutup dengan pasir atau pupuk kandang, bisa juga menggunakan sekam bekas pembakaran pabrik tahu. Mengapa di beri jarak satu hari setelah penanaman kedelai karena benih jagung tidak menyukai lahan yang terlalu banyak air. Tanah yang basah tanpa ada genangan air akan membuat benih jagung tumbuh dengan baik. Jika terlalu banyak air benih jagung akan membusuk.
Pada setiap gulutan tanah cukup diberi satu deret tanaman jagung dan posisi deretan berada ditepi saluran air bagian kiri dan kanannya. Tidak perlu tiap saluran air diberi tanaman jagung namun beri jeda satu saluran air kosong tak ada tanaman jagungnya, sedangkan sebelahnya ada lagi tanamannya.
Lihat gambar berikut :
Saluran air yang kosong tak ada jagungnya kelak digunakan untuk melakukan penyemprotan maupun pemupukan, dan jika setiap saluran air diberi jagung maka lahan kedelai menjadi terlalu rimbun dan kedelai akan kekurangan sinar matahari. Akibatnya tanaman kedelai akan terus bertambah tinggi namun berbuah sedikit.
Pilihlah benih jagung kualitas unggul, P21 misalnya. Dalam satu petak sawah ( 1 Ha = 7 petak ) memerlukan sekitar 7 -8 ons benih jagung, sedangkan benih kedelainya menghabiskan 6 - 7 Kg benih.
Pada usia tanam 10 hari tanaman jagung perlu mendapatkan kocoran air. Pada usia ini petak sawah tidak boleh diari menggunakan air sungai maupun air pompa disel karena tanaman kedelai masih belum memerlukan pengairan, tunggu hingga usia 21 hari. Namun karena jagungnya sudah membutuhkan air maka perlu disiram atau dikocor menggunakan ember atau alat pengocor dari jerigen yang banyak dijual di toko pertanian. Air kocoran sebaiknya dicampur dengan pupuk ZA dan Urea boleh juga dicampur dengan Ponska dan TSP untuk memperkuat perakaran. Dosis pemupukan untuk satu ember besar sekitar 1 - 2 aqua gelas. Hati hati jangan sampai terlalu banyak campuran pupuknya, tanaman jagung yang masih kecil malahan akan layu.
Pada usia 21 hari barulah tanaman kedelai dan jagung bisa diari menggunakan air irigasi atau pompa disel, maka jagung perlu diberi pupuk lagi, namun tidak perlu dilarutkan dengan air, cukup diletakkan di tiap tanaman jagung dengan dosis sekitar satu sendok teh. Demikian seterusnya setiap mengairi kedelai maka jagung perlu dipupuk. Lakukan pemupukan jagung minimal 3 atau 4 kali sehingga untuk satu petak memerlukan pupuk jagung sekitar70 Kg. Perlu diketahui bahwa tanaman jagung sangat doyan pupuk.
Dengan memupuk jagung maka tanaman kedelai juga akan menikmati pupuknya, sehingga tanaman kedelai akan tumbuh lebih subur. Inilah keuntungan lain dari tanaman tumpang sari.
Lakukan penyemprotan hama pada tanaman kedelai begitu terlihat ada gejala serangan hama ulat daun, maupun cabuk. Penyemprotan akan lebih baik dilakukan secara rutin setiap 7 - 10 hari sekali, karena pencegahan hama akan lebih baik dibandingkan dengan usaha penyemprotan setelah terserang penyakit.
Kedelai umumnya siap panen pada usia 75 hari, sedangkan jagung akan panen pada usia 100- 120 hari. Sehingga setelah panen kedelai masih akan panen lagi jagung sekitar 1 bulan kemudian.
Perolehan jagung tumpang sari pada setiap petaknya untuk ukuran normal akan memperoleh sekitar
3 kwintal jagung pipilan. Cukup menguntungkan untuk membeli pupuk padi pada musim tanam berikutnya.
Sederhana itu sering terasa indah..........


2 komentar:

  1. MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA PANEN TIBA

    Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk-produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia.
    NPK yang antara lain terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita, dan sudah dilakukan sejak 1967 (masa awal orde baru) hingga sekarang.
    Produk hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1984 pada saat Indonesia mencapai swasembada beras dan kondisi ini stabil sampai dengan tahun 1990-an. Capaian produksi padi saat itu bisa 6 -- 8 ton/hektar.
    Petani kita selanjutnya secara turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau yang ada disekitar kita, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK saja ditambah dengan pengendali hama kimia yang sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin rusak, semakin keras dan menjadi tidak subur lagi.
    Sawah-sawah kita sejak 1990 hingga sekarang telah mengalami penurunan produksi yang sangat luar biasa dan hasil akhir yang tercatat rata-rata nasional hanya tinggal 3, 8 ton/hektar (statistik nasional 2010).

    Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.

    System of Rice Intensification (SRI) yang telah dicanangkan oleh pemerintah (SBY) beberapa tahun yang lalu adalah cara bertani yang ramah lingkungan, kembali kealam, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas, serta harga produk juga jauh lebih baik.
    SRI sampai kini masih juga belum mendapat respon positif dari para petani kita, karena pada umumnya petani kita beranggapan dan beralasan bahwa walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam proses budidayanya.

    Selain itu petani kita sudah terbiasa dan terlanjur termanjakan oleh system olah lahan yang praktis dan serba instan dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga umumnya sangat berat menerima metoda SRI ini.
    Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan metode tersebut.

    Kami tawarkan solusi yang lebih praktis yang perlu dipertimbangkan dan sangat mungkin untuk dapat diterima oleh masyarakat petani kita untuk dicoba, yaitu:

    "BERTANI DENGAN POLA GABUNGAN SISTEM SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK AJAIB SO / AVRON / NASA + EFFECTIVE MICROORGANISME 16 PLUS (EM16+), DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO", hasilnya lebih baik, bisa meningkat 1 -- 4 kali disbanding pola bertani biasa.

    Cara gabungan ini hasilnya tetap PADI ORGANIK yang ramah lingkungan seperti yang dikehendaki pada pola SRI, tetapi cara pengolahan tanah sawahnya lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 100% — 400% dibanding pola tanam konvensional seperti sekarang.


    Ditunggu komentarnya di omyosa@gmail.com, atau di 02137878827, 081310104072, atau bisa juga komentar langsung di http://frigiddanlemahsahwat.blogspot.com/2011/07/pertanian-pembangunan-pertanian.html

    BalasHapus
  2. MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA PANEN TIBA (lanjutan)


    PUPUK ORGANIK AJAIB SO/AVRON/NASA merupakan pupuk organik lengkap yang memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro tanah dengan kandungan asam amino paling tinggi yang penggunaannya sangat mudah,
    sedangkan EM16+ merupakan cairan bakteri fermentasi generasi terakhir dari effective microorganism yang sudah sangat dikenal sebagai alat composer terbaik yang mampu mempercepat proses pengomposan dan mampu menyuburkan tanaman dan meremajakan/merehabilitasi tanah rusak akibat penggunan pupuk dan pestisida kimia yang tidak terkendali,
    sementara itu yang dimaksud sistem jajar legowo adalah sistem penanaman padi yang diselang legowo/alur/selokan, bisa 2 padi selang 1 legowo atau 4 padi selang 1 legowo dan yang paling penting dalam tani pola gabungan ini adalah relative lebih murah.

    CATATAN:
    1. Bagi Anda yang bukan petani, tetapi berkeinginan memakmurkan/mensejahterakan petani sekaligus ikut mengurangi tingkat pengangguran dan urbanisasi masyarakat pedesaan, dapat melakukan uji coba secara mandiri system pertanian organik ini pada lahan kecil terbatas di lokasi komunitas petani sebagai contoh (demplot) bagi masyarakat petani dengan tujuan bukan untuk Anda menjadi petani, melainkan untuk meraih tujuan yang lebih besar lagi, yaitu ANDA MENJADI AGEN SOSIAL penyebaran informasi pengembangan system pertanian organik diseluruh wilayah Indonesia.
    2. Cara bertani organik tidak saja hanya untuk budidaya tanaman padi sawah, tetapi bisa juga untuk berbagai produk-produk Agro Bisnis yang meliputi pertanian (padi, palawija, buah dan sayuran), perkebunan, perikanan, dan peternakan.

    Hasil panen setelah menggunakan Pupuk Ajaib SO
    Kesaksian untuk tanaman pertanian tanpa pestisida kimia, dan perangsang tumbuh tambahan lainnya :
    * Cabe Organik bias mencapai 6 kg/pohon, dan umur tanaman bisa sampai 3 tahun.
    * Padi Organik bias mencapai rata-rata 16—24 ton / hektar.
    * Bawang Merah Organik bisa mencapai diatas 24--36 ton / hektar
    * Jamur Tiram Organik bisa meningkat 300 % dari biasanya, dan bebas ulat !
    * Bawang Daun Organik bisa mencapai rata-rata 1 kg/batang
    * Kol Organik bisa mencapai rata-rata 5-8 kg/pohon
    * Sawit yg sudah tidak produktif bisa kembali lagi produktif, sedangkan yg diberi pupuk
    kimia tidak ada perubahan
    Kesaksian untuk hewan dan ikan tanpa vaksin, antibiotik, dan vitamin lainnya :
    * Nila 3cm dirawat 2 minggu bisa sebesar umur 2 bulan padahal pakannya hanya
    ampas tahu & bekatul.
    * Bebek afkir yang biasanya telurnya hanya 10% bisa meningkat jadi 50% lebih.
    * Sapi beratnya meningkat di atas 1,5 kg/hari padahal pakannya hanya daun-
    daunan saja.
    * Broiler bisa panen pada hari ke 28-29 berat 1,5-1,7 kg
    * Pembibitan lele angka kematian bisa sampai pada 0%
    * Budidaya belut bibit 3 bulan bisa mencapai berat rata-rata 500 gram/ ekor
    * Lele 5—7 cm bisa panen dalam waktu 29 hari

    Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.

    AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI!!!! SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI? KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?

    Anda siap memberi donasi bagi pekerja sosial yang berminat menjadi agen penyebaran informasi, atau Anda sendiri merangkap sebagai pekerja sosial agen penyebaran informasi itu dilokasi sekitar anda berada, atau pada wilayah yang lebih luas lagi diseluruh Indonesia?

    Ditunggu komentarnya di omyosa@gmail.com, atau di 02137878827, 081310104072, atau bisa juga komentar langsung di http://frigiddanlemahsahwat.blogspot.com/2011/07/pertanian-pembangunan-pertanian.html

    BalasHapus